BELAWAN- xwartapost.com Aktivitas alat berat, kendaraan operasional, dan pekerja yang berlangsung secara bersamaan di area pelabuhan memiliki berbagai potensi risiko keselamatan. Salah satu yang perlu menjadi perhatian adalah blind spot atau titik buta, yakni area yang tidak dapat terlihat secara langsung oleh operator kendaraan maupun alat berat.
Sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan dan pemahaman pekerja terhadap risiko tersebut, PT Prima Multi Terminal (PMT) menggelar kegiatan Ngobras & Safety Induction Bahaya Titik Buta (Blind Spot) di Terminal Belawan.
Kegiatan yang berlangsung dalam empat sesi tersebut diikuti sekitar 390 peserta yang terdiri atas operator alat, pengemudi kendaraan operasional, serta pekerja lapangan yang terlibat dalam aktivitas bongkar muat di Terminal Belawan.
Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan edukasi mengenai potensi bahaya blind spot, termasuk langkah-langkah mitigasi yang perlu diterapkan untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja. Pemahaman tersebut dinilai penting mengingat mobilitas alat berat, truk, dan pekerja berlangsung secara bersamaan di area terminal.
Manager Pengelolaan Operasi Terminal 1 PMT, Harlem Susanto Purba, mengatakan pemahaman mengenai blind spot tidak hanya penting bagi operator alat, tetapi juga seluruh pekerja yang beraktivitas di lingkungan pelabuhan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran seluruh operator dan pekerja pelabuhan mengenai pentingnya memahami area blind spot. Keselamatan kerja merupakan tanggung jawab bersama, sehingga setiap individu harus memahami risiko yang ada dan menerapkan prosedur keselamatan secara disiplin dalam setiap aktivitas operasional,” ujar Harlem.
Ia menambahkan, penguatan pemahaman mengenai keselamatan perlu dilakukan secara konsisten agar kesadaran terhadap potensi bahaya tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi dapat menjadi bagian dari perilaku pekerja dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Kesadaran terhadap keselamatan harus menjadi budaya dalam setiap aktivitas kerja. Dengan memahami potensi risiko dan mematuhi prosedur yang berlaku, kita dapat mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan menjaga operasional pelabuhan tetap berjalan dengan aman,” katanya.
Komitmen PMT terhadap keselamatan kerja juga tercermin dari capaian K3 di Terminal Belawan yang hingga saat ini mencatatkan nihil kecelakaan kerja atau zero accident. Capaian tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan aktivitas operasional pelabuhan yang aman dan produktif.
PMT berkomitmen mempertahankan capaian tersebut melalui penguatan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3), peningkatan kompetensi pekerja, serta pelaksanaan edukasi keselamatan secara berkelanjutan.
Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya blind spot, kegiatan Ngobras & Safety Induction juga menjadi ruang komunikasi antara manajemen dan pekerja. Para peserta dapat berbagi pengalaman sekaligus mengidentifikasi potensi risiko yang ditemukan selama menjalankan aktivitas operasional di lapangan.
Komunikasi yang terbuka antara manajemen dan pekerja menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kesadaran keselamatan.
Dengan adanya ruang untuk membahas potensi bahaya secara langsung, pekerja diharapkan semakin memahami risiko di lingkungan kerja dan mampu menerapkan langkah pencegahan sesuai prosedur yang berlaku.
Bagi PMT, keselamatan kerja tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan kepedulian setiap individu yang terlibat dalam kegiatan operasional.
Pemahaman terhadap titik buta kendaraan dan alat berat menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi operator maupun pekerja di sekitar area operasional.
Melalui edukasi keselamatan yang dilakukan secara berkelanjutan, PMT terus berupaya mempertahankan capaian zero accident sekaligus membangun budaya keselamatan yang semakin kuat di Terminal Belawan, Tutupnya.
(Irpan)

Social Plugin